SMK IT Insan Toda

Ini Manfaat Ajari Anak Literasi Finansial Sejak Dini

Salah satu pendidikan yang perlu diajarkan pada anak sejak dini adalah literasi finansial. Demikian menurut perencana keuangan, Annissa Sagita. Salah satu pendidikan yang perlu diajarkan pada anak sejak dini adalah literasi finansial. Demikian menurut perencana keuangan, Annissa Sagita. Salah satu pendidikan yang perlu diajarkan pada anak sejak dini adalah literasi finansial. Demikian menurut perencana keuangan, Annissa Sagita.

Literasi finansial yang dimaksud Annisa adalah konsep tentang pengenalan pengelolaan keuangan dengan bijak. Annisa juga menjelaskan pendidikan literasi finansial harus diberikan sedini mungkin kepada anak.
“Kira-kira anak sebelum TK umur 3-5 tahun, mereka udah bisa kan ya, mengamati orang tuanya seperti apa sehari-hari. Itu sudah bisa diajarkan. Misalnya ibu mau ke supermarket, mau beli ini itu, dijelaskan atau ada transaksi keuangan di minimarket, itu bisa diajak, dijelaskan kita melakukan transaksi pembelian, menukarakan uang dengan barang,” jelas Annissa kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Annisa juga menambahkan, “Biasanya bisa diajarkan pada anak saat ia sudah SD. Sebelum SD kalau anak sudah tahu jajan, itu bisa diajarkan. Misalnya kalau beli siomay Rp 10 ribu, itu lebih banyak lho dibanding beli Rp 5 ribu.”
Saat sudah memasuki sekolah dasar, Anda bisa mengajarkan anak untuk mengelola keuangan. Misalnya dengan membagi uang jajan yang ia dapat untuk dibelanjakan, ditabung, dan diberikan ke orang lain untuk kegiatan sosial.
Hal tersebut penting diajarkan, agar anak terbiasa menabung dan mengelola keuangannya sendiri sedari kecil. Dengan menabung, anak juga belajar untuk tidak menggantungkan kebutuhan finansial sepenuhnya kepada orang tua. Misalnya saja, saat ia ingin membeli mainan favoritnya, Anda bisa mengajarkan anak untuk menabung terlebih dahulu sebelum mendapatkannya. Dengan begitu, anak jadi tahu, untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, ia harus berjuang terlebih dahulu.
“Untuk anak SD bisa diajarkan saat memberikan uang jajan ke sekolah. Usahakan tapi uang jajannya lebih dari harga makanan yang ada di sekolah, biar anak juga belajar nabung. Tapi kasih pengertian kalau sisanya itu untuk ditabung. Misalnya dapat 2 lembar uang Rp 2 ribuan, kasih tahu yang Rp 2 ribu disimpan, yang Rp 2 ribu boleh dihabiskan. Jadi memang ada porsi yang disimpan, ada yang dihabiskan,” kata Annissa.
Pengenalan literasi finansial sejak dini, tambah Annissa, juga bermanfaat agar anak-anak terbiasa mengelola keuangan dengan baik dan benar di masa yang akan datang. Selain itu, pendidikan literasi finansial sejak dini juga punya 3 manfaat lain untuk anak di masa depan, yaitu:
  • Bisa memilih dan memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan
  • Memahami manfaat dan risiko produk dari layanan jasa keuangan
  • Terhindar dari aktivitas investasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas
Jadi, yuk ajarkan literasi finansial untuk anak sejak dini, Moms.
sumber : Kumparan.com

Leave a Comment

Your email address will not be published.